Home / NOTE / Legenda Desa Kaliwedi

Legenda Desa Kaliwedi

Warga Desa Kaliwedi

Desa Kaliwedi diperkirakan berdiri  pada masa pemerintahan Kasunanan Surakarta dibawah kekuasaan Kanjeng Susuhunan Paku Buwana IV tidak ada catatan yang pasti mengenai berdirinya, hanya mendasari dari cerita para tokoh dan sesepuh masyarakat desa Kaliwedi bahwa konon ceritanya pada masa pemerintahan Kasunanan Surakarta dibawah kekuasaan Kanjeng Susuhunan Paku Buwana IV Terjadi Pemberontakan yang dilakukan oleh Pangeran Diponegoro, pembrontakan tersebut sampai ke wilayah Banyumas. Pada saat itu Banyumas menjadi medan perang Pangeran Diponegoro melawan Compeny, pada peristiwa itu Prajurit Pangeran Diponegoro diperkuat oleh putra Pangeran Diponegoro sendiri yang bergelar Kanjeng Pangeran Suryaatmaja yang di bantu oleh senopati perang Raden Tumenggung Danukusuma. Adapun pengikut Pangeran Diponegoro. Dalam pertempuran yang terjadi disekitar Wilayah Banyumas adalah Tumenggung Tambakbaya dan prajuritnya, dalam pertempuran tersebut sampai ke Desa Widarapayung kemudian disana Pasukan Pangeran Diponegoro terpukul mundur kearah utara sampai ke Desa Danasri serta Babakan, dalam pertempuran yang sengit itu banyak sekali korbannya baik dari Pihak Pangeran Diponegoro sendiri maupun dipihak lawan karna serdadu Compeny terdesak kemudian serdadu Compeny minta bantuan kepada Pemerintah Banyumas  yang kemudian datanglah bantuan serdadu dari Banyumas dengan persenjataan lengkap untuk menyerang pasukan Pangeran Diponegoro dengan menggunakan Taktik Frontal menjelang subuh sehingga prajurit dari pihak Pangeran Diponegoro banyak yang terdesak dan lari tinggal gelanggang, ada yang lari kearah selatan menuju Gunung Selok dan ada yang menuju kearah utara.

Adapun Prajurit Diponegoro yang lari kearah utara dari Babakan dan Widarapayung antara lain Raden Pangeran Kusumaatmojo, Raden Tumenggung Danukusuma, Tumenggung Kertanegara dan Tumenggung Dipayuda yang berganti nama Sentolo sampai dipegunungan sebelah barat Banyumas kemudian disana para prajurit Pangeran Diponegoro bersembunyi. dan beristirahat, karena akan meneruskan perjalanannya para prajurit merasa bingung akan menuju kemana sebab lokasi gunung tersebut mudah dicari oleh musuh sehingga para prajurit menjadi merasa terpojok (gadog) dalam berpikir. Kemudian tempat pegunungan tersebut apabila dikemudian hari ada rejanya jaman dikasih nama Gunung Gadog. Dan untuk menghindari musuh yang tidak seimbang dari Serdadu Compeny para Prajurit Pangeran Diponegoro turun dengan menelusuri sebuah sungai atau kali yang juga terdapat ada sebuah air terjun atau curug yang lumayan tinggi karena ketinggian air terjun atau curug tersebut +125 meter yang kemudian sungai atau kali dimaksud bermuara melewati Grumbul Leler dimana Grumbul Leler tersebut terdapat pusat penyebaran Agama Islam sehingga oleh prajurit Pangeran Diponegoro Curug tersebut diberi nama Curug Leler kemudian para prajurit Pangeran Diponegoro melanjutkan perjalanannya menelusuri Sungai yang mana sepanjang sungai tersebut banyak tempat tempat yang angker dan wingit sehingga terkesan menakutkan terbukti dalam perjalanannan tersebut Tumenggung Dipayuda atau Tumenggung Sentolo jatuh sakit sampai meninggal yang kemudian dimakamkan dipinggir kali tersebut dekat Grumbul Leler dan sampai sekarang makam Tumenggung Sentolo tersebut terkenal dengan makam Mbah Tholo.

Sepeninggalannya Tumenggung Dipayuda dalam menyelusuri Kali itu Prajurit Pangeran Diponegoro yang lain merasa takut atau basa jawanya Wedi sehingga untuk peringatan buat anak cucu apabila ada rejane jaman tempat ini oleh Prajurit Pangeran Diponegoro diberi nama Desa Kaliwedi. Demikian sekilas Legenda terjadinya  nama Desa Kaliwedi yang kami kaitkan dari sejarah Banyumas dari masa ke masa yang bersumber dari karangan M. Marwin, dkk serta pengembangan dari berbagai sumber sesuai dengan kondisi yang ada.

About imexa

Check Also

Syukuran Suran (Sedekah Bumi) di Desa Kaliwedi

…bersyukur menjadi keniscayaan kepatutan kewajiban, walaupun nikmat yang didapat dirasakan tak kan pernah bisa terganti …

2 comments

  1. I want to express some appreciation to the writer just for bailing me out of this predicament. After looking throughout the internet and getting tricks that were not pleasant, I was thinking my entire life was over. Living minus the strategies to the issues you have sorted out through your good guide is a critical case, as well as those that would have in a negative way damaged my career if I hadn’t encountered the website. Your own personal mastery and kindness in playing with all the pieces was important. I don’t know what I would’ve done if I hadn’t encountered such a step like this. I can at this point look ahead to my future. Thank you very much for this reliable and sensible guide. I will not be reluctant to propose your web sites to any person who would like support about this situation.

  2. I and also my buddies happened to be looking at the excellent helpful hints on the blog while immediately developed a horrible suspicion I had not expressed respect to the website owner for those techniques. All of the ladies were definitely absolutely excited to learn all of them and now have certainly been taking pleasure in those things. Appreciation for turning out to be really helpful and for figuring out these kinds of cool subjects millions of individuals are really wanting to be aware of. My personal sincere apologies for not expressing gratitude to you sooner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close